Sepertinya
memang sudah menjadi passion saya selalu tertarik untuk mengeksplor tempat baru
yang saya datangi, termasuk Pulau Sulawesi yang semenjak tahun 2011 menjadi
tanah dimana saya berpijak. Ditahun 2016 yang merupakan tahun terakhir saya
berada di pulau berbentuk huruf “K” itu posisi saya berada di Kota Majene,
Sulawesi Barat. Provinsi Sulawesi Barat pun alhamdulillah sudah sedikit banyak saya
eksplore. Oiya, saya juga suka pergi kemana-mana dengan motor. Tentunya dengan
jarak yang lumayan jauh-jauh hingga berpindah provinsi. Alasannya karena
fleksibilitas dimana bisa sesuka hati berhenti dan lanjut kapanpun yang saya mau
dan yang penting bisa sekalian mampir-mampir di tempat menarik yang dilewati.
Nggak
terhitung berapa kali saya sudah motoran dari Sulawesi Barat menuju beberapa
kota di Sulawesi Selatan. Paling jauh sampai kota paling ujung selatan Sulawesi
Selatan yaitu Bulukumba yang terkenal menjadi surga pantai-pantai cantik.
Banyak kota kabupaten yang dilewati sejauh perjalanan antar provinsi itu. Ada
satu kabupaten yang selalu luput dari perhatian saya karena memang letaknya
persis di perbatasan antara Sulbar dan Sulsel, yaitu Pinrang. Padahal ternyata
potensi wisatanya sangat sayang untuk dipalingkan dari pandangan. Bentang
alamnya nggak berbeda jauh dengan Majene yang punya wilayah pantai sekaligus
pegunungan, tapi sepertinya Pinrang punya pegunungan yang lebih tinggi
menjulang jika dilihat dari jalan poros.
Destinasi
yang menjadi tempat wisata terakhir sebelum saya pindah dari Sulawesi ini adalah
salah satu air terjun terindah di Pinrang. Hmmm, yap salah satu. Karena banyak
banget air terjun cantik di kabupaten itu. Satu yang pernah saya datangi di awal
kedatangan di Sulawesi dulu adalah Air Terjun Kalijodo yang punya beberapa
aliran air terjun yang tersebar di beberapa titik.
![]() |
serasa milik sendiri |
Nah,
kali ini yang bakal dibahas adalah Air Terjun Karawa atau penduduk sekitar
menamainya Air Terjun Batu Korang. Air terjun keren ini bisa menjadi salah satu
alternatif yang pengen merefreshkan
diri karena suasananya yang masih asri dan kalau mau menjadikan tempat ini
serasa menjadi air terjun privat kalian bisa datang di weekday atau kalau pun di akhir pekan datang saja saat pagi hari. Saya
pun saat itu sempat merasakan berada seorang diri di air terjun setinggi kurang
lebih 30 m dan punya kolam yang bisa dipakai untuk berenang-renang cantik itu. Agak
serem juga sih di tengah hutan seorang diri. Hanya terdengar suara gemuruh air
terjun saja, tapi disitulah saya mendapat kedamaian yang sebenarnya. Cieeeh...
Menuju Air Terjun Karawa

Beberapa
diantaranya adalah air panas Lemosusu, air terjun Kalijodoh, Bakaru, Villa
Puncak Karomba, dan masih ada beberapa lagi. Memang yang paling dekat jalan
poros adalah air terjun Karawa ini yang jaraknya hanya sekitar 5 km saja. Begitu
masuk Desa Karawa kalian harus perhatikan gapura di kanan jalan yang sebenarnya
ada tulisannya sebagai penunjuk bahwa ada air terjun disitu tapi karena
kurangnya perawatan hingga yang tersisa gerbang seperti jalan masuk ke suatu
desa saja.
Setelah
masuk di gerbang wisata permandian Batu Korang Desa Karawa, jalanan makin memaksa
kita untuk lebih waspada karena hanya bermaterial bebatuan terjal saja. Di
jalan itu juga ada bagian yang cukup terjal menanjak. Kesiapan kendaraan harus
benar-benar dipastikan dalam performa terbaik yah. Kalau nggak, bisa-bisa
kalian yang bakal kerepotan sendiri.
Begitu
sampai di dusun kecil kalian bisa parkir disitu. Sebenarnya masih bisa naik
lagi sih, tapi karena sudah ada warning
untuk memarkir kendaraan disitu, saya pun nurut saja. Setelah tahu ternyata
masih harus jalan kaki lumayan jauh dan ternyata di atas dekat loket masuk
masih ada lahan untuk parkir cukup nyesel juga. Apalagi pas jalan kaki menuju
loket penjualan karcis sempat diikuti anjing yang terus menggongong. Btw harga
karcisnya murah kok, cukup Rp 5.000,- untuk satu orangnya. Parkir dipatok Rp
5.000,- juga, tapi kalian boleh nambahin seiklasnya uang parkirannya sebagai
tambahan penghasilan penduduk dusun yang saya lihat sebagian besar hidup hanya mengandalkan
hasil alam.
Dari
loket penjualan tiket masih harus berjalan naik sekitar 15 menit lagi untuk
sampai di spot air terjunnya. Mendekati air terjun jalanan berubah menjadi
hanya jalan setapak dan pepohonan makin rimbun. Suara deburan air terjun pun
makin terdengar jelas. Dan tak lama bakal
terlihat bangunan-bangunan yang difungsikan sebagai toilet dan kamar mandi. Ada
juga warung-warung disitu tapi kebetulan lagi ada yang jualan. Jadinya
sendirian deh saya disitu ga ada siapa-siapa. Mungkin ada sih yang lain, tapi
enggak keliatan. Hiihii... justkid...!!!
Keringat
yang bercucuran sedari mulai awal berjalan kaki tadi perlahan mulai terhapus oleh
butiran air yang beterbangan. Lelah pun sedikit demi sedikit menghilang
tersapu beningnya aliran air. Dan yang paling penting adalah pikiran kotor eh pikiran jenuh menjadi sirna terhempas terjunan air menyegarkan yang menuruni celah tebing melengkung berhias ukiran alam.
Pengen banget berenang di kolam yang berada tepat di bawah alirannya, apalagi airnya adem banget. Tapi sekali lagi karena saya sendirian dan gak ada yang ngawasin jadinya agak takut. Keinget kejadian yang menimpa temen waktu dia berwisata di air terjun Tiu Kelep Lombok yang meninggal di kolam yang konon ada pusaran air yang lumayan kenceng. Tapi main air dan foto-foto di sekitaran air terjun aja udah oke kok. Kalau mau merenung-merenung juga pas banget suasananya. Yang penting kalau kalian ke tempat baru apalagi alam bebas inget safety first yah, jangan malah selfie first. Hormati pula penduduk sekitar, kan kita cuma pendatang yang bisa dibilang orang baru buat mereka dan alamnya.
Pengen banget berenang di kolam yang berada tepat di bawah alirannya, apalagi airnya adem banget. Tapi sekali lagi karena saya sendirian dan gak ada yang ngawasin jadinya agak takut. Keinget kejadian yang menimpa temen waktu dia berwisata di air terjun Tiu Kelep Lombok yang meninggal di kolam yang konon ada pusaran air yang lumayan kenceng. Tapi main air dan foto-foto di sekitaran air terjun aja udah oke kok. Kalau mau merenung-merenung juga pas banget suasananya. Yang penting kalau kalian ke tempat baru apalagi alam bebas inget safety first yah, jangan malah selfie first. Hormati pula penduduk sekitar, kan kita cuma pendatang yang bisa dibilang orang baru buat mereka dan alamnya.
![]() |
tebingnya itu loh bikin jatuh hati |
Air Terjun Karawa, Pinrang disebut juga Air Terjun Batu Korang
BalasHapusDebit air nya kurang manja tp itu pentil manja banget hahahah
BalasHapushii fulgar...
HapusKerennn nih air terjunnya. Tiket masuknya juga murah ditambah petunjuk yang jelas dari tulisan ini. Nice share bro. ^^
BalasHapusThanks bro...
HapusAir terjunya bagus banget, itu emang belum banyak orag yang tau atau kesananya pas sepi?
BalasHapussalam kenal dr blogger ala2
saya datang pas sepi aja mas, kalo weekend baru rame bgt...
Hapusklo lgi ada di pinrang, singgah juga disini sob http://www.irwann.my.id/2016/07/wisata-air-terjun-kaba-kaba-pinrang.html
BalasHapussiiip, thanks bro...
Hapusmluncur...